Profil Negara: SPANYOL
Konfederasi: UEFA
Pelatih: Vicente Del Bosque
Pemain Bintang: Xavi, David Villa, Fernando Torres
Prestasi Tertinggi Piala Dunia: Fourth Place (1950)
Ranking FIFA Saat Ini: 2
Kekuatan: Possession and attacking football & scoring goals
Kelemahan: Struggle against physical, defensive teams
Pendukung: La Marea Roja (Die rote Furie)
Pelatih: Vicente Del Bosque.
Konfederasi: UEFA
Rangking FIFA (Des'09): 1
Rekor Penampilan: 12 1934 (5th), 1950 (4th), 1962 (1st round), 1966 (1st round), 1978 (1st round), 1982 (2nd round), 1986 (1/8 round), 1990 (1/16 round), 1994 (1/8 round), 1998 (1st round), 2002 (1/8 round), 2006 (1/16 round)
LATAR BELAKANG
Nama besar dengan segudang pemain berkualitas dunia tak selamanya memberi jaminan untuk bisa sukses di Piala Dunia. Itulah yang terjadi pada Spanyol.
Pasukan La Roja sejauh ini selalu mengalami persoalan serius untuk menjadi juara di pesta Piala Dunia. Pencapaian terbaik Spanyol di turnamen ini hanya sampai peringkat empat saja. Itupun terjadi pada Piala Dunia 1950 di Brasil.
Kini berbekal sebagai juara Eropa 2008, secara psikologis Spanyol mempunyai kepercayaan yang besar untuk membuat sejarah di Piala Dunia.
JALAN KE AFRIKA SELATAN 2010
Spanyol lolos ke Afrika Selatan secara langsung dari babak kualifikasi Piala Dunia. Pada laga kualifikasi, Spanyol memperlihatkan superioritasnya atas Bosnia, Turki, Belgia, Estonia, dan Armenia. Dari sepuluh pertandingan, skuad Del Bosque ini meraih 10 kemenangan dengan 28 gol dan hanya lima kali kebobolan.
KEKUATAN
Gaya permainan yang agresif, tanpa alpa memeragakan sepakbola indah menjadi kekuatan Spanyol. Kemampuan pemain juga hampir merata di setiap sektor sehingga tak berlebih untuk menjadikan tim ini pantas diunggulkan.
KELEMAHAN
Tim Spanyol akan mempunyai dua persoalan ketika datang ke Afrika Selatan nanti; strategi bermain yang harus luwes dan cara menghadapi lawan yang mungkin saja bermain kotor.
PELATIH
Vicente Del Bosque menggantikan Luis Aragones setelah Spanyol meraih gelar Euro 2008 dan dia langsung membuktikannya dengan pengalamannya dalam memiliki skuad bertabur bintang, mengontrol euforia, dan dia juga mampu mempertahankan gaya Spanyol, filosofi dan mentalitas.


































